1. Pengertian Tafsir, Terjemah dan
Takwil
1.1. Pengertian
Tafsir
Secara
bahasa mengandung beberapa arti, diantaranya ;
·
ألِايْضَاحُ و التَّبْيِيْـنُ
Menjelaskan/menerangkan
·
ألشَّـرْحُ
Keterangan
sesuatu
·
التَفْسِــرَهُ
Alat
kedokteran untuk mendeteksi penyakit pasien.
Pengertian
tafsir secara istilah adalah :
Ilmu yang mengkaji tentang pemahaman kitabullah yang
diturunkan kepada nabi Muhammad SAW., menerangkan makna-maknanya, mengeluarkan
hukum-hukum yang dikandungnya serta
ilmu-ilmu yang ada di dalamnya.
1.2. Pengertian Terjemah
Secara
bahasa berarti
· تَفْسِيرُ الكلامِ
بِلُغَةٍ غَيْر لُغَتِهِ
Menjelaskan kalam (pembicaraan) dengan memakai
bahasa yang bukan bahasa kalam itu sendiri.
Secara istilah
adalah merumuskan makna kalam (pembicaraan) yang terkandung dalam suatu
bahasa dengan kalam yang lain yang memakai bahasa yang lain secara lengkap makna
dan maksudnya.
1.3.
Pengertian Takwil
Secara bahasa berarti;
·
الــرجوع
Kembali atau mengembalikan, yakni mengembalikan makna
pada proporsi yang sesunguhnya.
·
الــصّرْفُ
Memalingkan, yakni memalingkan suatu lafadz tertentu yang
bersifat khusu, dari makna dzhohir kepada makna bathin.
Secara istilah takwil adalah mengembalikan sesuatu
pada maksud yang sebenarnya,yakni menerangkan apa yang dimaksudkannya (pada
ayat-ayat Mutasyabihat).
2. Kedudukan dan Fungsi Mempelajari
Tafsir
Mempelajari tafsir dan ilmu tafsir al-Qur’an mempunyai
kedudukan yang sangat penting bagi kaum muslimin karena Al-qur’an merupakan
pedoman hidup bagi umat islam. Ada
beberapa fungsi dari mempelajari tafsir dan ilmu tafsir, diantaranya :
- Untuk
mencapai pemahaman isi kandungan Al-qur’an
- Untuk
mengetahui ketentuan-ketentuan yang
menyangkut hukum dilihat dari sumber aslinya
- Untuk
mengetahui berbagai petunjuk-petunjuk Allah yang tersimpan dalam Al-Qur’an
baik yang menyangkut ibadah, muamalah dan akhlaq
- Untuk
mengetahui kebesaran Al-qur’an ditinjau dari sisi bahasa, isi kandungan
dan hikmahnya.
- Untuk
menguasai berbagai Hujah (alasan)
kepada manusia atas pendirian,
keimanan, aqidah atau keyakinan dalam berda’wah.
3. Pembagian Tafsir
Dari segi pola pendekatan memahami Al-Qur’an, tafsir
dibagi dalm 2 bagian :
- Tafsir
bir Riwayah (tafsir bil Ma’tsur)
- Tafsir
bid Diroyah (tafsir bir ro’yi / tafsir bil ijtihadi)
3.1 Tafsir bir Riwayah (tafsir bil
Ma’tsur)
Tafsir bil ma’tsur adalah tafsir yang sudah terdapat
dalam al-qur’an sendiri, atau dalam hadits nabi SAW. Atau dalam kata-kata
sahabat nabi SAW. Sebagai penjelasan bagi apa yang dikehendaki Allah SWT. Dalam
firman-Nya.
Tafsir bil ma’tsur terbagi 3:
1.
Tafsir
Al-qur’an bil qur’an, yakni menafsirkan ayat-ayat dalam Al-qur’an dengan
ayat-ayat Al-qur’an yang lain. Tafsir al-qur’an bil Qur’an mengandung beberapa
bagian, diantaranya :
a.
Al-bayanul
Muttasil yakni Penjelasan makna suatu kalimat yang terdapat pada suatu ayat,
yang ditafsirkan (dijelaskan) langsung oleh Allah dalam kalimat berikutnya yang
masih dalam rangkaian satu ayat.
Contoh
·
QS.
2:187
….وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط
الأبيض من الخيط الأسود
Tafsir kalimat yang digaris bawahi adalah من الفجر pada kalimat yang berikutnya dan masih dalam
satu ayat.
·
QS.
60: 1
يا أيها الذين
آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء
Tafsir kata yang
digaris bawahi adalah تلقون إليهم بالمودة pada
kalimat berikutnya yang masih dalam satu rangkaian ayat.
b. Al-Bayanu bil munfashil, yakni
Penjelasan makna suatu kalimat yang terdapat pada suatu ayat, yang ditafsirkan
(dijelaskan) langsung oleh Allah dalam ayat yang lain.
Contoh :
·
QS.
5:1
يا أيها الذين
آمنوا أوفوا بالعقود أحلت لكم بهيمة الأنعام إلا ما يتلى عليكم
Penjelasan
kalimat yang digaris bawahi terdapat pada QS. 5:3
حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما
أهل لغير الله به والمنخنقة والموقوذة والمتردية والنطيحة وما أكل السبع إلا ما
ذكيتم وما ذبح على النصب
Contoh lain
1. QS. 2:229 dijelaskan oleh QS. 2:230
2. QS. 6:103 dijelaskan oleh QS. 75:
22-23
3. QS. 2:37 dijelaskan oleh QS.7:23
4. QS. 2:40 dijelaskan oleh QS.5:12
5. QS.1:6 dijelaskan dengan QS. 4:69
atau QS. 19:58
2.
Tafsir
Al-qur’an bis Sunnah, yakni menafsirkan ayat-ayat dalam Al-qur’an dengan sunah
Rosulullah SAW. Contoh :
·
QS.
6:82 dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhori,yang dimaksud dengan بظلم pada ayat ini adalah بشرك
(syirik)
·
QS.
2: 273 dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Bukhori yan dimaksud dengan
لا يسألون الناس إلحافا adalah orang-orang miskin.
3.
Tafsir
Al-qur’an bi aqwalis shohabah yakni, menafsirkan ayat al-qur’an dengan
perkataan para sahabat nabi.
Tafsir ini banyak kita jumpai pada kitab tafsir Ibnu Jarir At-Thobari.
3.2 Tafsir bid diroyah (tafsir bir
ro’yi)
Tafsir bir ro’yi adalah tafsir yang pola pemahaman
terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dilakukan melalui ijtihad, dengan menggunakan akal
pikiran (ro’yu) yang didalam prakteknya menggunakan berbagai kemampuan penafsir
guna mencapai persesuaian tafsir dengan maksud ayat yang bersangkutan.
Beberapa
sandaran tafsir bir ro’yi menurut Az-Zarkasyi yang dikutip oleh imam
As-Suyuthi, adalah :
1. Bersandar kepada Sunnah Rosulullah
SAW. Dan menghindari hadits-hadits dhoif dan maudhu
2. Berpegang kepada Perkataan para
Sahabat Nabi SAW yang marfu, seperti halnya Asbabun nuzul ayat.
3. Bersandar kepada kaidah-kaidah ilmu
bahasa.
4. Bersandar kepada yang dikehendaki
pembicaraan dan benar-benar ditunjukan oleh aturan syara.
4. Pengertian Ulumul Qur’an
Ulumul Qur’an adalah segala pembahasan masalah yang
berhubungan dengan Al-qur’an, dari segi turunnya, urutannya, pengumpulannya,
penulisannya, bacaannya penafsirannya dll.
5. Cabang-cabang Ulumul Qur’an
1. Ilmu Makky wal madani, yakni
pembahsan tentang surat/ayat-ayat yang termasuk makiyyah dan madaniyyah
termasuk cirri-ciri umum dan khusus
2. Ilmu
Asbabun nuzul, yakni imu yang membahas sebab-sebab turunya ayat atau surat
3. Ilmu
Muwathinun nuzul, yakni ilmu yang membahas tempat-tempat turunnya Al-qur’an
4. Ilmu
Tawarikhun nuzul, yakni ilmu yang membahas sejarah turunnya Al-qur’an
5. Ilmu
Qiro’atil qur’an, yakni ilmu yang membahas tentang macam-macam qiroat yang
ma’tsur.
6. Ilmu
Tajwid. Yakni ilmu yang membahas cara membaca atau mengucapkan ayat-ayat atau
lafadz-lafadz Al-qur’an secara benar dan fasih sebagaimana yang dibaca oleh
Rosulullah SAW.
7. Ilmu
Muhkam walmutasyabih, yakni ilmu yang membahas tentang ayat-ayat muhkamat dan
mutasyabihat
8. Ilmu
Rosmil Qur’an, yakni ilmu yang membahas tentang tulisan Al-qur’an dan
perkembangannya.
9. Ilmu
Amtsalil Qur’an, yakni ilmu yang membahas tamsil-tamsil atau
perumpamaan-perumpamaan dalam Al-qur’an.
Referensi
1. Al-Qur’anul Karim Depag
2. Pengatar ilmu Tafsir; Drs. Rif’at
Syauqi & Drs. M. Ali Hasan; cetakan ke-2 PT.Bulan bntang 1992
3. Qowaidut tafsiir; Kholid Utsman
As-sabt; cetakan 1, 1998 Dar Ibnu Affan
0 Komentar untuk "Pengantar Ilmu Tafsir"